Sabtu, 20 Februari 2010

Charging

Charging/pentarifan adalah pembebanan yang dikenakan pada pelanggan sebagai biaya penyewaan jasa telekomunikasi berdasarkan tipe dan layanan yang digunakan.Charging dilakukan oleh sentral lokal untuk panggilan originating, pada saat panggilan di set up maka waktu kejadian-kejadian penting disisipkan pada field-field pada call record yang didesain untuk kepentingan tersebut. Charging dilakukan dengan menganalisa isi yang tersedia di call record. Pemrosesan charging dapat dilakukan dalam keadaan offline dengan kata lain setelah panggilan dilakukan. Biasanya data yang dibutuhkan adalah:
  1. Tujuan panggilan

  2. Durasi panggilan

  3. Waktu pemanggilan dilakukan(jam/hari/minggu)

  4. Tarif beban percakapan
Metode Pentarifan
  1. Fixed-periode Charging Metode:

    • Periode waktu tetap

    • Call rate berubah-ubah terhadap jarak

    • Spesifikasi metode waktu yang umum : Tiga menit pertama sebagai periode awal panggilan dan pertambahan satu menit berikutnya.

  2. Periodic Pulse Metering Methode:

    • Call rate tetap

    • Periode waktu berubah-ubah terhadap jarak

    • Meskipun kelas berdasarkan jarak terus meningkat, pembebanan dapat berdasarkan periode waktu “pulsa metering”
Komponen Pentarifan
  1. Komponen dasar: Beban penggunaan jaringan, yaitu dasar untuk menutup biaya pelayanan dan bergantung pada penggunaan sarana jaringan penyambungan

  2. Komponen Khusus:Beban untuk pemasangan dan penggunaan jaringan. Bergantung pada jenis dan fasilitas dan/atau daerah, meliputi :

    • Biaya pemasangan awal, hanya dikenai satu kali

    • Biaya langganan atau biaya sewa bulanan

    • Biaya pemakaian fasilitas (fitur) dasar dan tambahan
Biaya tersebut dibebankan kepada pelanggan, yang terdiri dari :
  1. Biaya pemasangan pertama (pasang baru)

  2. Sewa tahunan atau bulanan (abonemen)

  3. Biaya tiap-tiap sambungan (pulsa)
Charging untuk Sambungan Lokal
  1. Flat-Rate Tariff : Biaya sambungan tidak dipungut lagi, tetapi sudah termasuk dalam sewa bulanan. ( dipakai / tidak = tarif tetap )

  2. Message-Rate Tariff

    1. Fixed Charge per call:Tidak tergantung dari lamanya pembicaraan, tetapi dari jumlahnya.

    2. Variable Charge per call:Tergantung dari lamanya pembicaraan.
Charging untuk Sambungan Interlokal
Tergantung dari hal-hal sebagai berikut :
  1. jarak dari pemanggil ke yang dipanggil

  2. waktu yang dibutuhkan pembicaraan

  3. jam berapa sambungan itu berlangsung

  4. hari apa sambungan itu berlangsung

Jumat, 12 Februari 2010

Komunikasi Data PC-PC



Komunikasi data dari suatu PC ke PC lainnya melalui kabel voice menggunakan modem. Modem adalah alat elektronik yang dapat mengubah (memodulasi) komunikasi digital antara komputer ke dalam nada yang dapat ditransmisikan melalui jalur telepon. Data yang diterima kemudian diubah dari suara ke informasi digital. Kecepatannya tergantung pada kualitas saluran itu sendiri.Yang paling penting dalam dihitung dalam komunikasi data adalah throughput.


Fungsi Sistem Komunikasi Data

  1. Memberikan Informasi kepada oaring yang tepat dalam waktu yang tepat.
  2. Memperoleh data bisnis selagi data tersebut dibuat (online)
  3. Sistem komunikasi data memungkinkan orang dan bisnis yang mempunyai lokasi geografi berlainan dapat saling berkomunukasi.

Pada komunikasi data computer tidak dapat dihindari kebutuhan protocol. Protokol ada suatu set peraturan di mana dua pihak (komputer) mengerti tata sopan bertukar informasi dan menggunakannya dalam berkomunikasi. Bit-bit tambahan disebut parity bit. Semakin banyak parity maka semakin baik kualitas pengiriman.

Pada komunikasi data, protocol yang digunakan adalan IP(internet Protokol). Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.Dalam arsitektur Open System Interconnection (OSI), IP berada pada lapisan network. Fungsinya untuk memberikan pengalamatan lojik (logical addressing) terhadap jalur komunikasi antara dua terminal. Pengalamatan menggunakan fungsi hirarkis. Alamat IP terdiri dari alamat jaringan (network) dan alamat stasiun (host).

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

- IP versi 4 (IPv4)

- IP versi 6 (IPv6)

Suatu alamat internet (IPv4) mengguna kan 32 bit yang ditulis dalam 4 angka desimal yang dipisah oleh tanda titik. Contoh : 167.205.26.161

IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255. Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111.

IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit network/network bit) dan bagian host (bit-bit host/host bit). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit network yang sama.

Kelas IP

Dasar pertimbangan pembagian kelas adalah untuk mempermudah pendistribuasian IP address. Dengan melihat skala jaringan dan jumlah host, alamat IP terbagi ke dalam kelas A, kelas B dan kelas C.






Terdapat permasalahan yaitu bit-bit alamat IP kurang bersahabat bagi manusia. Manusia lebih dengan mudah menggunakan suatu karakter yang mempunyai makna atau yang disebut dengan host name. Dengan Host Name manusia lebih mudah mengingat alamat IP. Skema pengalamatan host name dalam dunia internet dikenal dengan istilah Universal Resource Identifiers (URI), URI dapat mengidentifikasikan alamat suatu host berdasarkan lokasi dan nama.

Sistem Penomoran

Setiap pelanggan harus diidentifikasi atau dinomorkan secara unik (tidak sama) di seluruh dunia. Sistem ini dikenal sebagai sistem dikenal dengan nama Numbering. Dilakukannya penomoran ini bertujuan untuk mempermudah routing dan proses pembangunan panggilan dan juga untuk lebih mempermudah pengecek apabila terjadi suatu kesalahan. Polanya harus mengacu pada hirarki sentra telepon.

Konsep Penomoran
Pada dasarnya, nomor telepon mempunyai 2 tugas penting:
1. Merencanakan jalan yang akan ditempuh oleh suatu pembicaraan
2. Mengaktifkan bekerjanya peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk menentukan tarif yang sesuai dengan suatu pembicaraan yang sedang berlangsung.
Karena nomor pelanggan satu berbeda dengan yang lainnya, maka ada hubungan antara jumlah pelanggan dengan nomor pelanggan, contohnya jika ada 100 pelanggan maka ada nomor antara 00 sampai dengan 99.

Struktur Penomoran
Struktur Penomoran ada 2 macam:
1. Nomor Nasional
NDC + Nomor Pelanggan
(kode akses pelayanan)

2. Nomor Internasional
Kode + NDC + Nomor Pelanggan
Negara (kode akses pelayanan)

Nomor Internasional adalah nomor Nasional ditambah dengan kode negara (country code). Menurut rekomendasi dari CCITT ditentukan bahwa panjang nomor internasional tidak boleh lebih dari 12 digit. Dengan demikian nomor nasional pun tidak boleh lebih dari 12 digit dikurangi dengan kode negara.

Contoh:
62-21-819-5282 menunjukkan 62 prefix internasional Indonesia, yaitu Digit yang harus diputar oleh pelanggan pemanggil yang akan mengadakan hubungan internasional yang akan menyambungkan pada peralatan outgoing internasional secara otomatis. Setelah itu 21 menunjukkan prefix country di Jakarta dan 819 menunjukkan sentra lokal di Jakarta di mana pelanggan berinduk.
Apabila akan menghubungi dengan pelanggan sesame area maka dial 7 nomer terakhir saja tanpa prefix internasional dan prefix country. Jika ingin keluar area(beda area) maka harsu tekan prefix “0” baru prefix country, missal 22(Bandung), dan nomor lokalnya.
Untuk telepon cellular, kecuali prefix internasional 52, maka pelanggan yang ada di Indonesia diberikan prefix 8XX+XXX-XXXX.
Contoh: Untuk Telkomsel +62 812 zzz xxx, XL +62 818 zzz xxx, IM3 +62 856 zzz xxxx dan lain-lain.

Sistem Penomoran
Untuk nomor pelanggan, CCITT membagi menjadi 2 sistem yang dipakai yaitu:
1. Penomoran yang uniform, yaitu suatu sistem penomoran dimana panjang atau banyaknya digit dari nomor pelanggan yang terletak di dalam satu daerah penomoran lokal adalah sama,
2. Penomoran Non Uniform, yaitu apabila nomor pelanggannya yang terletak pada satu daerah penomoran lokal mempunyai jumlah digit atau panjang yang tidak sama.